BLUE BIRD
Chapter 1 Cahaya Bulan
Ini adalah sebuah kisah yang ingin aku bagikan kepada para pembaca (yang ingin baca hehe).
Sebuah kisah tentang perjalanan hidup seorang anak manusia yang dipenuhi oleh liku dan duri. Dewi itulah namanya.. seorang gadis sederhana yang manis, tidak cantik memang namun tak kan bosan orang memandangnya. Badannya yang kurus dan caranya berdandan menandakan bahwa di a berasal dari kalangan keluarga yang sederhana.
"Indah....." Gumam Dewi ketika memandang langit malam yang begitu kelam... dihiasi cahaya bulan sabit yang mengintip dari gumpalan awan kelabu. Dewi kembali melangahkan kakinya untuk pulang menuju rumahnya di pinggir daerah perkebunan. Pekatnya warna hitam dalam gelap tak menyurutkan langkah kaki Dewi untuk terus melangkah. Entah apa yang dipikirkannya. Setelah pulang dari mengaji biasanya dia akan berjalan cepat untuk pulang, tapi kali ini dia begitu lesu.
" Hmmmm, apakah aku siap untuk besok? ... Entahlah" Gumam Dewi yang tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berhenti tepat di perempatan jalan.. Dibawah naungan lampu yang dikelilingi oleh banyak serangga tanpa disadari Dewi kembali kehilangan dirinya dan tenggelam dalam lautan lamunannya.
" Tiiiiiiiiiiiiiiin" Oy jangan di tengah jalan dooong... Suara itu tiba-tiba mengagetkan Dewi dan membangunkan dari dunianya.
"Oh maaf" kata Sakura kaget dengan teguran itu. Kemudian dia tersadar dan mulai melangkahkan kaki perlahan tapi pasti akhirnya sampai juga di depan rumahnya.
Dewi tertunduk memandang pintu lalu perlahan mengetuk pintu dan mengucapkan salam "Assalamualaikum" aku pulang......
" Walaikumsalam" jawab seorang wanita tua. Dari dandanannya terlihat usia yang tidak muda lagi, memakai daster dan dengan rambut yang sudah banyak memutih..
" Nenek lagi apa" Tanya Dewi ramah sambil berusaha mengubah mimik wajah sedihnya, terlihat sangat dipaksakan dan senyuman palsu itu mengembang di bibirnya.
" Lagi nonton TV, sudah sana istirahat besok kan mau ke bandara njemput Ibu mu.
" Hah. i... iya" mendengar itu Dewi tersentak " Ibu......?" gumam Dewi dalam hati.
Dengan gontai Dewi melangkah ke dalam kamar, dan langsung menjatuhkannya ke kasur yang tidak empuk sama sekali. Yah itu karena sudah terlalu lama kapuk di dalam kasur itu tertindih berat badan Dewi setiap hari dan bertahun-tahun.
"Ibu, sungguh aneh rasanya, aku bahagia akan bertemu dengannya tapi kenapa rasanya begitu hampa, kosong... aku tak merasakan apapun... Gumam Dewi dalam hati dan terlihat tangannya memegangi dadanya yang tak terluka tapi begitu terasa sakit luar biasa. Hingga air mata itu akhirnya meleleh di pipi Dewi untuk kesekian kalinya. Yah memang hanya itu cara untuk mengurangi sakit yang dirasakannya.....
Wah wah sebenarnya apa yang etrjadi dengan dewi ya???? kenapa pertemuan dengan ibunya membuat sakit hati,,, cerita selanjutnya akn bersambung... SEE YOU
Chapter 1 Cahaya Bulan
Ini adalah sebuah kisah yang ingin aku bagikan kepada para pembaca (yang ingin baca hehe).
Sebuah kisah tentang perjalanan hidup seorang anak manusia yang dipenuhi oleh liku dan duri. Dewi itulah namanya.. seorang gadis sederhana yang manis, tidak cantik memang namun tak kan bosan orang memandangnya. Badannya yang kurus dan caranya berdandan menandakan bahwa di a berasal dari kalangan keluarga yang sederhana.
"Indah....." Gumam Dewi ketika memandang langit malam yang begitu kelam... dihiasi cahaya bulan sabit yang mengintip dari gumpalan awan kelabu. Dewi kembali melangahkan kakinya untuk pulang menuju rumahnya di pinggir daerah perkebunan. Pekatnya warna hitam dalam gelap tak menyurutkan langkah kaki Dewi untuk terus melangkah. Entah apa yang dipikirkannya. Setelah pulang dari mengaji biasanya dia akan berjalan cepat untuk pulang, tapi kali ini dia begitu lesu.
" Hmmmm, apakah aku siap untuk besok? ... Entahlah" Gumam Dewi yang tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berhenti tepat di perempatan jalan.. Dibawah naungan lampu yang dikelilingi oleh banyak serangga tanpa disadari Dewi kembali kehilangan dirinya dan tenggelam dalam lautan lamunannya.
" Tiiiiiiiiiiiiiiin" Oy jangan di tengah jalan dooong... Suara itu tiba-tiba mengagetkan Dewi dan membangunkan dari dunianya.
"Oh maaf" kata Sakura kaget dengan teguran itu. Kemudian dia tersadar dan mulai melangkahkan kaki perlahan tapi pasti akhirnya sampai juga di depan rumahnya.
Dewi tertunduk memandang pintu lalu perlahan mengetuk pintu dan mengucapkan salam "Assalamualaikum" aku pulang......
" Walaikumsalam" jawab seorang wanita tua. Dari dandanannya terlihat usia yang tidak muda lagi, memakai daster dan dengan rambut yang sudah banyak memutih..
" Nenek lagi apa" Tanya Dewi ramah sambil berusaha mengubah mimik wajah sedihnya, terlihat sangat dipaksakan dan senyuman palsu itu mengembang di bibirnya.
" Lagi nonton TV, sudah sana istirahat besok kan mau ke bandara njemput Ibu mu.
" Hah. i... iya" mendengar itu Dewi tersentak " Ibu......?" gumam Dewi dalam hati.
Dengan gontai Dewi melangkah ke dalam kamar, dan langsung menjatuhkannya ke kasur yang tidak empuk sama sekali. Yah itu karena sudah terlalu lama kapuk di dalam kasur itu tertindih berat badan Dewi setiap hari dan bertahun-tahun.
"Ibu, sungguh aneh rasanya, aku bahagia akan bertemu dengannya tapi kenapa rasanya begitu hampa, kosong... aku tak merasakan apapun... Gumam Dewi dalam hati dan terlihat tangannya memegangi dadanya yang tak terluka tapi begitu terasa sakit luar biasa. Hingga air mata itu akhirnya meleleh di pipi Dewi untuk kesekian kalinya. Yah memang hanya itu cara untuk mengurangi sakit yang dirasakannya.....
Wah wah sebenarnya apa yang etrjadi dengan dewi ya???? kenapa pertemuan dengan ibunya membuat sakit hati,,, cerita selanjutnya akn bersambung... SEE YOU