Balada Rumah Kaca

Terpantul bayangan
diri pada cermin yang mati. Kulihat ke kanan, kiri, depan belakang semuanya
sama. Bayanganku!. Taka ada yang lain. Hanya aku. Kulihat mataku
yang sipit dengan lingkaran hitam tanda lelah
yang tak berujung. Apa lagi itu, warna kulitku yang semakin pucat. Tubuhku semakin
kurus tak terurus.
Bajuku begitu
indah, putih bersih bagaikan gaun sang
putri,Tapi…..
Inikah aku?
Bukan…..
Bukan….
Itu tidak
mungkin.
Aku tidak
mengenal wajah asing ini. Kenapa hanya wajah ini yang kulihat di semua sudut ?.
Dimana yang lain?
Aku berlari
membuka semua pintu yang ada di depanku. Pintu kaca, semua kaca. Aku sudah tak
sanggup melihat wajah itu. Wajahku yang bukan wajahku.