Bicara soal cinta seperti bicara tentang air. Mengalir tanpa perintah dan paksaan. Menuju ketempat manapun yang dia inginkan. Kepasrahan dan penerimaan tanpa bisa menolak keindahannya.
Cinta.
Satu kata yang sangat indah, memiliki makna yang suci, dan konsekuensi yang
sangat besar. Cinta itulah kata yang biasa diucapkan, namun di balik itu ia
mnegandung ribuan makna yang sering kali tidak sanggup diungkapkan. Cinta,
sebagaimana digambarkan oleh orang-orang mabuk karenanya, ia merupakan simbol keikhlasan,
kesucian dan kemurnian. Cinta adalah awal dimulainya perjanjian. Cinta adalah
air kehidupan, bahkan cinta adalah rahasia kehidupan. Cinta adalah ketentraman
ruh, bahkan ia merupakan ruh kehidupan. Dengan cinta, kehidupan ini menjadi
indah, dan dengan cinta ruh menjadi mulia, hati menjadi bersih. Dengan cinta
kesalahan akan termaafkan, dan dengan cinta kebaikan senantiasa terucapkan.
Andaikan
bukan karena cinta takkan mampu seorang ibu menanggung sakitnya melahirkan. Tanpa
cinta keindahan musim semi takkan tercipta. Tanpa cinta takkan ada perdamaian
dalam setiap jengkal tanah kehidupan.
Hanya
saja sebagian orang yang mengenakan baju cinta justru keluar dari makna yang
terkandung didalamnya, sehingga di memberikan makna yang tidak semestinya
tentang cinta. Ia mengatakan bahwa cinta adalah kenikmatan sesaat yang
menyesatkan. Mengatasnamakan cinta untuk melakukan pelanggaran atas perintah
Allah.
Segala
macam penyimpangan yang dianggap sebagai suatu yang biasa sudah sering kita
lihat di sekitar kita. Banyak dari kita yang mengatakan cinta kepada orang yang
bukan haknya untuk mendengarkannya. Menjadikannya alasan untuk bebas
beraktivitas yang berdosa. Makna cinta tak lagi suci tatkala terkotori oleh
buasnya nafsu. Makna cinta sudah berubah karena terbungkus rapi oleh nafsu
dunia yang tidak pada tempatnya. Cinta semacam inilah yang menimbulkan
kehancuran.
Padahal
cinta akan senantiasa menjadi awan yang menaungi dua hati yang sedang jatuh
cinta di bawahnya. Keduanya saling mengenal karena Allah, membangunnya di atas
syariat Allah dan senantiasa melaksanakan hak-hak Allah.