Tuesday, May 13, 2014

CINTA HAQIQI

Cinta, sungguh sudah banyak hal kulalui hanya atas nama cinta. Baik buruk tak kuhiraukan asalkan kumampu mempertahankan cinta itu. Tapi kau tak pernah membiarkanku berlepas walau hanya sejenak, kau terus meminta dan meminta apa yang kumiliki. Waktu, harta, emosiku, atau mungkinkah kau juga menginginkan nyawaku?


Cinta, kau tahu sejak pertama kali ku mengenal cinta yang kurasa adalah bahagia. Ku bahagia mengenalmu, bertemu denganmu, meraskanmu, menyimpanmu dalam hati dan memeliharanya.
Cinta.. kau tumbuh sumbur dalam hati, bertambah kuat   ketika orang yang membawamu hadir disisiku. Hanya dengan melihat siluetnya sudah berhasil membuat tubuhku bergetar, jantungku berdetak tak karuan, malu setengah mati, dan ingin waktu terhenti saat itu. Saat dimana dia yang membuatku mengenalmu berjalan kearahku, menuju tempat dimana aku berdiri menantinya. Entah tak kubanyangan betapa merahnya mukaku, betapa tertundukknya aku melihatnya.
Cinta … sungguh kau mengubah hidupku, mengubah segala  hidup yang terasa hitam dan putih menjadi penuh warna. Setiap hari seakan ku meihat ribuan pelangi menghiasi langit, tersenyum sendiri, tertawa, bahagia hanya dengan mengingat kenangan akan dirinya.
Cinta.. kau telah mengubah hampir seluruh hidupku. Membawaku menjadi orang berbeda. Menjadikan aku lebih ceria dari biasanya, lebih semangat dari biasanya.
Waktu telah berlalu, pohon cinta yang kutaman sudah semkin besar dihati, mengakar kuat, dan tak mudah kulepaskan. Dirinya telah memberikan pupuk terbaik untuk menjadikanmu tumbuh subur dihatiku. Tapi keindahan itu kini mulai menghilang ketika kau mulai berjalan pergi menjauh. Kau mengatakan sudah tak ada lagi yang tersisa disini dan kau inginkan kebahagiaan di tempat lain. Betapa hancur cintaku, pohon cintaku mulai layu menguning. Daunnya mulai berguguran satu persatu. Gersang, tandus, dan begitu suram hidup yang kini kujalani. Indahnya pelangi yang dulu setiap hari kunikmati kini hanya tersisa warna kelabu.
Ketika cinta kepada makhluk kuagunggkan sungguh terasa menyakitkan. Cinta ini membuatku terjatuh dari tingginya angan dan harapa, terhempas keras ke tanah dan pecah berkeping-keping. Sulit kuraih kepingan hati yang berserakan dan menyatukannya lagi. Ingin kudapat cinta yang haqiqi, cinta yang takkan pernah menyakiti, cinta yang takkan pernah ada rasa sakit. Cinta suci yang begitu tulus dan takkan pudar selamanya.
Cinta ini sekarang mulai kubangun, cinta ini kini mulai menyesakki hatiku. Cinta yang semakin hari semakin terasa indah. Cinta yangtakkan pernah membuatku sakit, cinta yang takkan mengharap pamrih apapun, cinta yang teramat agung. Yah cinta itu adalah cinta kepada Ilahi. Kutemukan cinta yang sebenanrnya, cinta ini akan menjadikanku kuat dalam menghadapi segala macam cobaan dalam hidup. Cinta ini akan menjadikanku menjadi orang paling bahagia karena Allah takkan pernah meninggalkanku ketika kutetap mengharapnya. Cinta ini tak membuatku susah , cinta ini akan tetap menjaga hijaunya pohon cinta dalam hatiku tetap subur dan berbuah. Cinta ini adalah cinta yang haqiqi.
Karena cinta kepada Illah adalah cinta tertinggi yang memiliki tingkatan tertinggi dalam rasa. Dengannya kumampu berjuang dijalanNya, menegekkan risalahnya, menolong agamaNya. Meski terasa panjang tapi tetap kebahagiaan yang kurasakan. Setiap tetes peluh akan Allah ganti dengan surgaNya. Adakah cinta lain yang seindah cinta kepada Allah?
Sungguh beruntunglah orang-orang yang mampu menemukan dan merakannya. Karena hidup di dunia hanyalah sementara dan cinta kepada Allah akan menyelamatkan dari rasa terlena akan indahnya dosa di Dunia.
Rasulullah SAW bersabda, ”tiga golongan yan akan merasakan manisnya iman yaitu: golongan yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari apapun, golongan yang tidak mencintai orang lain melainkan hanya karena Allah, dan golongan yang tidak kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak ingin dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Al Bukhari dan Muslim, At-Tirmidzi, serta An-Nasa’i, dari Anas)